News Update :

Pendidikan

Cantik

Jenis dan macam-macam metode Pembelajaran di Sekolah

Kamis, 30 Agustus 2012

1. Metode Ceramah
Metode pembelajaran ceramah adalah penerangan secara lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relatif besar. Seperti ditunjukkan oleh Mc Leish (1976), melalui ceramah, dapat dicapai beberapa tujuan. Dengan metode ceramah, guru dapat mendorong timbulnya inspirasi bagi pendengarnya.
Gage dan Berliner (1981:457), menyatakan metode ceramah cocok untuk digunakan dalam pembelajaran dengan ciri-ciri tertentu. Ceramah cocok untuk penyampaian bahan belajar yang berupa informasi dan jika bahan belajar tersebut sukar didapatkan.
Metode pembelajaran diskusi adalah proses pelibatan dua orang peserta atau lebih untuk berinteraksi saling bertukar pendapat, dan atau saling mempertahankan pendapat dalam pemecahan masalah sehingga didapatkan kesepakatan diantara mereka. Pembelajaran yang menggunakan metode diskusi merupakan pembelajaran yang bersifat interaktif (Gagne & Briggs. 1979: 251).
Menurut Mc. Keachie-Kulik dari hasil penelitiannya, dibanding metode ceramah, metode diskusi dapat meningkatkan anak dalam pemahaman konsep dan keterampilan memecahkan masalah. Tetapi dalam transformasi pengetahuan, penggunaan metode diskusi hasilnya lambat dibanding penggunaan ceramah. Sehingga metode ceramah lebih efektif untuk meningkatkan kuantitas pengetahuan anak dari pada metode diskusi.
3. Metode Demonstrasi
Metode pembelajaran demontrasi merupakan metode pembelajaran yang sangat efektif untuk menolong siswa mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti: Bagaimana cara mengaturnya? Bagaimana proses bekerjanya? Bagaimana proses mengerjakannya. Demonstrasi sebagai metode pembelajaran adalah bilamana seorang guru atau seorang demonstrator (orang luar yang sengaja diminta) atau seorang siswa memperlihatkan kepada seluruh kelas sesuatau proses. Misalnya bekerjanya suatu alat pencuci otomatis, cara membuat kue, dan sebagainya.
Kelebihan Metode Demonstrasi :
a. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan.
b. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
c. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa.
Kelemahan metode Demonstrasi :
a. Siswa kadang kala sukar melihat dengan jelas benda yang diperagakan.
b. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan.
c. Sukar dimengerti jika didemonstrasikan oleh pengajar yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan.

4. Metode Ceramah Plus
Metode Pembelajaran Ceramah Plus adalah metode pengajaran yang menggunakan lebih dari satu metode, yakni metode ceramah yang dikombinasikan dengan metode lainnya. Ada tiga macam metode ceramah plus, diantaranya yaitu:
a. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas
b. Metode ceramah plus diskusi dan tugas
c. Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL)
5. Metode Resitasi
Metode Pembelajaran Resitasi adalah suatu metode pengajaran dengan mengharuskan siswa membuat resume dengan kalimat sendiri.
Kelebihan Metode Resitasi adalah :
a. Pengetahuan yang diperoleh peserta didik dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama.
b. Peserta didik memiliki peluang untuk meningkatkan keberanian, inisiatif, bertanggung jawab dan mandiri.
Kelemahan Metode Resitasi adalah :
a. Kadang kala peserta didik melakukan penipuan yakni peserta didik hanya meniru hasil pekerjaan orang lain tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri.
b. Kadang kala tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.
c. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual.
6. Metode Eksperimental
Metode pembelajaran eksperimental adalah suatu cara pengelolaan pembelajaran di mana siswa melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajarinya. Dalam metode ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri dengan mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri tentang obyek yang dipelajarinya.
7. Metode Study Tour (Karya wisata)
Metode study tour Study tour (karya wisata) adalah metode mengajar dengan mengajak peserta didik mengunjungi suatu objek guna memperluas pengetahuan dan selanjutnya peserta didik membuat laporan dan mendiskusikan serta membukukan hasil kunjungan tersebut dengan didampingi oleh pendidik.

8. Metode Latihan Keterampilan
Metode latihan keterampilan (drill method) adalah suatu metode mengajar dengan memberikan pelatihan keterampilan secara berulang kepada peserta didik, dan mengajaknya langsung ketempat latihan keterampilan untuk melihat proses tujuan, fungsi, kegunaan dan manfaat sesuatu (misal: membuat tas dari mute). Metode latihan keterampilan ini bertujuan membentuk kebiasaan atau pola yang otomatis pada peserta didik.
9. Metode Pengajaran Beregu
Metode pembelajaran beregu adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas.Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Cara pengujiannya,setiap pendidik membuat soal, kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiapsiswa yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut.
10. Peer Theaching Method
Metode Peer Theaching sama juga dengan mengajar sesama teman, yaitu suatu metode mengajar yang dibantu oleh temannya sendiri.
11. Metode Pemecahan Masalah (problem solving method)
Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanyasekadar metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebabdalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya yang dimulaidengan mencari data sampai pada menarik kesimpulan.
Metode problem solving merupakan metode yang merangsang berfikir danmenggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan olehsiswa. Seorang guru harus pandai-pandai merangsang siswanya untuk mencobamengeluarkan pendapatnya.
12. Project Method
Project Method adalah metode perancangan adalah suatu metode mengajar dengan meminta peserta didik merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian.
13. Taileren Method
Teileren Method yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-sebagian,misalnya ayat per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentusaja berkaitan dengan masalahnya.
14. Metode Global (ganze method)
Metode Global yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi, kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisaridari materi tersebut
Masukkan Email Anda Untuk :

Cara Mengenalkan Huruf Pada Anak Usia Dini

Cara Pertama

Mengajarkan huruf pada anak usia dini tidaklah mudah. Karena dunia anak sebenarnya hanya bermain. Tapi tidak ada salahnya bila mulai mengenalkan huruf sejak usia dini, misalnya 2,5 tahun atau 3 tahun, sudah bisa untuk mulai menghafal ke 26 huruf.

Berikut cara mengenalkan huruf pada anak usia dini 2.5 th s/d 3 th.

1. Sebutkan huruf yang akan di hafal di ikuti dengan nama benda, teman
yang lainnya yang sudah dia kenal.
2. Ajarkan sedikit demi sedikit dalam seminggu bisa menghafal 3-7 huruf.
3. Ulangi terus setiap hari secara perlahan sampai sekitar 3 bulan.
4. Jika sudah bisa menghafal selama 3 bulan semua huruf, ajarkan perlahan-lahan
tanpa diikuti nama-nama yang selama ini buat menghafal.

Jika semua berjalan lancar, sebelum 6 bulan anak-anak sudah bisa menghafal huruf tanpa nama-nama di belakangnya.

Berikut cara mengajarkan nama-nama huruf. (nama dibelakangnya bisa diubah sesuai yang telah dikenal pada anak.)

A - astor

B - biskuit
C - coklat
D - donat
E - enak
F - fajar
G - gajah
H - heni
I - intan
J - jajan
K - kura-kura
L - lisa
M - monyet
N - noni
O - ogah
P - pasar
Q - qiyu
R - risa
S - es krim
T - tante
U - umi
V - viva
W - wawan
X - x
Y - yesi
Z - zebra

Cara Ke Dua

Apakah perlu untuk mengenalkan huruf pada anak dibawah 2 tahun sudah saya jelaskan di artikel sebelumnya. Jadi kalau anda ingin mencobanya, simak aja saran yang saya berikan.
Anak saya yang pertama sudah mau mengenal huruf sejak umur 1,5 tahun. Kalau memang anaknya mau, sebelum 1 tahun boleh juga mulai dikenalkan huruf, caranya:

1. Cobalah untuk menempel gambar beserta hurufnya mulai dari A-Z di dinding kamar anak atau ruang keluarga (pokoknya tempat yang biasa dia bermain), gambar yg saya maksudkan seperti lembaran hampir sebesar karton manila yang berisi huruf A-Z dan ada gambarnya, contoh A = gambar apple, B = gambar Butterfly, dst. Usahakan yg ada gambarnya soalnya kalau tidak anak cenderung cepat bosan.
  • cara mengajarnya: setiap sebelum tidur coba ajarin dia 3 huruf, mulai dari A-C kalau kelihatan masih ingin lanjut ya dilanjutkan sampai huruf E, lalu besoknya diulangi lagi dan kalau bisa ditambahkan. Memang butuh waktu dan harus telaten kalau bisa tiap bangun pagi waktu baru buka mata pelan-pelan tanyai dia lagi, meski ngga dijawab tidak apa2 suatu kali kalau sudah terbiasa dilakukan pasti dijawab, mungkin kalau mau tidur siang ditanyain lagi, lama kelamaan kalau ditanyai dia pasti bisa menunjukkannya, cuma kalau ditanya huruf A yg mana mungkin masih belum bisa. masih ada tahap2 lainnya.
2. Setelah dia bisa dari A- Z coba tambahkan lagi gambar mengenai anggota tubuh, binatang, buah-buahan, sayur-sayuran. Ajarkan dengan cara yang sama seperti diatas.
3. Kalau rumah anda tingkat, pasti anak anda suka sekali naik tangga, apalagi kalau sudah bisa jalan, waktu mau belajar jalan saja sudah naik turun tangga. Kalau memang suka, gunakan waktu ini untuk ajarin dia angka/huruf terserah.
  • Kalau saya sih angka dulu, setiap naik satu step sebutkan ‘one’ lalu ‘two’ dst. Lama kelamaan dengan sendiri anaknya bisa mengikutinya dan suruh dia yang lanjutin. Kalau sudah bisa lancar coba memakai bahasa indonesia lalu mandarin, terserah anda. Memang kelihatannya takut rancu kalau terlalu banyak bahasa, tapi kalau sudah terbiasa dia ngga bingung kok, lain halnya dengan bahasa percakapan sehari-hari yang dianjurkan memakai bahasa ibu (bahasa yang dipakai sehari-hari). Tapi ingat, kalau bisa ngajarinnya waktu suka2nya naik tangga, karena kalau naik tangganya sudah lancar ia mulai bosan dan tidak mau sebutin angka2nya lagi. Lalu bagaimana? jangan menyerah, coba tempelkan flash card yang bergambar di dinding2 tangga, jadi setiap mau turun coba sambil berhenti sebentar lalu ditanyain, jangan semuanya ntar ngga sampai2 turunnya, cukup 1 atau 2 gambar sisanya bisa dilain waktu supaya tidak bosan.
4. Kalau semua gambar2 yand ada rata-rata sudah mengerti baru mulai dikenalkan huruf.
  • Cara yang paling ampuh menurut saya dengan nyanyian ABC song nya Barney (VCD/DVDnya bisa didapatkan di toko kaset). Karena dengan lagu dan gambar visual anak lebih mudah menghafal, pokoknya waktu nontonnya bisa diatur jangan terlalu lama.
5. Boleh juga beli mainan balok2 huruf,
  • cara ngajarinnya; misalnya ambil letter ‘A’ lalu ucapkan A.. A.. A.. apple nyam nyam nyam, B..B..B.. bee bzzz bzzzz bzzz, dst. Kata2 apple, bee tergantung apa yang dia pelajari sebelumnya, jangan gunakan kata yang belum dia pelajari.
6. kalau mau rogoh kocek belikan white board atau papan magnet,
  • caranya; coba tuliskan huruf yang besar dan jelas, lalu tanyain ke dia, kalau belum bisa jawab coba digambar.
Saya yakin dengan cara yang saya sebutkan diatas, si anak pasti senang mengkuti dan mau belajar. Jangan lupa puji dia dengan tepuk tangan kalau dia bisa menjawab dengan benar supaya dia lebih bersemangat dan haus akan pertanyaan selanjutnya. Dan kalau salah jangan dimarahin, kalau memang cuma bermain lsg aja dibetulin biar dia tidak tersinggung. Karena sekali tersinggung dia bisa mogok dan cari permainan yg lain.
Dan kalau boleh ditambahkan lagi, bagi yang mau agak repot, buatkan tulisan seperti window, door, cupboard, chair, dll lalu ditempelkan di bendanya itu sendiri. Memang terkesan agak kotor, tapi saya rasa tidak masalah asalkan anak kita senang dan mau belajar.
Masukkan Email Anda Untuk :

Makalah Tentang Pembelajaran Pendidikan Berkarakter

Selasa, 28 Agustus 2012

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Salah satu misi mewujudkan visi bangsa Indonesia masa depan telah termuat dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara yaitu mewujudkan sistem dan iklim pendidikan nasional yang demokratis dan bermutu guna memperteguh akhlak mulia, kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, berdisiplin dan bertanggungjawab, berketerampilan serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mengembangkan kualitas manusia Indonesia Terlihat dengan jelas GBHN mengamanatkan arah kebijakan di bidang pendidikan yaitu: meningkatkan kemampuan akademik dan profesional serta meningkatkan jaminan kesejahteraan tenaga kependidikan sehingga tenaga pendidik mampu berfungsi secara optimal terutama dalam peningkatan pendidikan watak dan budi pekerti agar dapat mengembalikan wibawa lembaga dan tenaga kependidikan; memberdayakan lembaga pendidikan baik sekolah maupun pendidikan luar sekolah sebagai pusat pembudayaan nilai, sikap, dan kemampuan, serta meningkatkan partisipasi keluarga dan masyarakat yang didukung oleh sarana dan prasarana memadai.  Sementara itu, UU 20 2003 tentang Sisdiknas menyatakan bahwa Pendidikan Nasional Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Berangkat dari hal tersebut diatas, secara formal upaya menyiapkan kondisi, sarana/prasarana, kegiatan, pendidikan, dan kurikulum yang mengarah kepada pembentukan watak dan budi pekerti generasi muda bangsa memiliki landasan yuridis yang kuat. Namun, sinyal tersebut baru disadari ketika terjadi krisis akhlak yang menerpa semua lapisan masyarakat. Tidak terkecuali juga pada anak-anak usia sekolah. Untuk mencegah lebih parahnya krisis akhlak, kini upaya tersebut mulai dirintis melalui Pendidikan Karakter bangsa. Dalam pemberian Pendidikan Karakter bangsa di sekolah, para pakar berbeda pendapat. Setidaknya ada tiga pendapat yang berkembang. Pertama, bahwa Pendidikan Karakter bangsa diberikan berdiri sendiri sebagai suatu mata pelajaran. Pendapat kedua, Pendidikan Karakter bangsa diberikan secara terintegrasi dalam mata pelajaran PKn, pendidikan agama, dan mata pelajaran lain yang relevan. Pendapat ketiga, Pendidikan Karakter bangsa terintegrasi ke dalam semua mata pelajaran.
Menyikapi hal tersebut diatas, penulis lebih memilih pada pendapat yang ketiga. Untuk itu dalam makalah ini penulis mengambil judul "Menjawab PendidikanKarakter Bangsa Melalui Implementasi Keterpaduan Pembelajaran"

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan permasalahan yang terurai diatas maka penulis membuat rumusan masalah sebagai berikut Apakah Pendidikan Karakter Bangsa dapat terintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran                           Bagaimanakah cara mengimplementasikan Pendidikan Karakter Bangsa terintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran ?
      Bgaimanakah proses pengembanganPendidikan Karakter Bangsa ?


1.3. Ruang Lingkup
 
Ruang lingkup dalam makalah ini akan mengurai upaya sekolah mengembangkan Pendidikan Karakter Bangsa dengan mengkritisi implementasi Pendidikan Karakter Bangsa dalam keterpaduan pembelajaran. Kupasan selengkapnya mencakup rasionalisasi keterpaduan, bentuk-bentuk pembelajaran terpadu, skenario penerapan Pendidikan Karakter Bangsa dalam keterpaduan pembelajaran 


1.4...........................


Masukkan Email Anda Untuk :

Pengumuman Hasil Ujian ulang I Peserta PLPG Rayon 125 Sulawesi Tengah 2012

Berikut Karakter Pendidikan akan berbagi dengan Bapak/Ibu Guru Pengumuman Hasil Ujian Ulang I PLPG tahun 2012 rayon 125 UNIVERSITAS TADULAKO PALU SULAWESI TENGAH. anda bisa mendownloadnya atau langsung melihat daftar nama secara langsung.
perlu saya jelaskan sedikit bahwa nama-nama yg terlampir adalah daftar nama yg tidak lolos ujian ulang I, itu berarti bagi rekan-rekan yg tidak ada namanya didalam daftar dinyatakan lulus Ujian Ulang I

Daftar Nama Peserta Ujian Ulang II Kota Palu

Silahkan anda download Daftar nama  berdasarkan daerah masing-masing :

BANGKEP
DONGGALA
POSO
BANGGAI
BUOL
TOLI-TOLI
MOROWALI
PARIMO
TOJO UNA-UNA
SIGI
PALU
 
Masukkan Email Anda Untuk :

Download Daftar Nama Peserta PLPG Kementrian Agama Rayon 125 Sulawesi Tengah Tahun 2012

Sabtu, 25 Agustus 2012

Daftar nama calon Peserta PLPG Kementrian Agama Rayon 125 Universitas Tadulako Provinsi Sulawesi Tengah. Untuk Mengetahui daftar nama calon peserta silahkan anda download link yang ada di bawah ini:

Down load Daftar Nama peserta PLPG Kementrian Agama Tahun 2012 Rayon 125 : [ Download ]

Daftar Nama Peserta PLPG Kementrian Agama Rayon 125 Sulawesi Tengah

Masukkan Email Anda Untuk :

Daftar Rayon Pelaksana PLPG Sertifikasi Guru

Kamis, 23 Agustus 2012

PERGURUAN TINGGI PENYELENGGARA
SERTIFIKASI BAGI GURU NON PENDIDIKAN AGAMA DALAM JABATAN
TAHUN 2011 DAN TAHUN 2012

RAYON PERGURUAN TINGGI INDUK PERGURUAN TINGGI MITRA WILAYAH
1
Univ. Syiah Kuala Univ. Al Muslim di Bireuen NAD 1 Kab. Aceh Barat


2 Kab. Aceh Barat Daya



3 Kab. Aceh Besar



4 Kab. Aceh Jaya



5 Kab. Aceh Nagan Raya



6 Kab. Aceh Selatan



7 Kab. Aceh Singkil



8 Kab. Aceh Tamiang



9 Kab. Aceh Tengah



10 Kab. Aceh Tenggara



11 Kab. Aceh Timur



12 Kab. Aceh Utara



13 Kab. Bener Meriah



14 Kab. Bireuen



15 Kab. Gayo Luas



16 Kab. Pidie



17 Kab. Pidie Jaya



18 Kab. Simeulue



19 Kota Banda Aceh



20 Kota Langsa



21 Kota Lhokseumawe



22 Kota Sabang



23 Kota Subulussalam
2
Univ. Negeri Medan STKIP Riama 1 Kab. Langkat



2 Kab. Serdang Bedagai



3 Kab. Batu Bara



4 Kab. Padang Lawas



5 Kab. Padang Lawas Utara



6 Kab. Deli Serdang



7 Kab. Simalungun



8 Kab. Asahan



9 Kab. Toba Samosir



10 Kab. Labuhan Batu



11 Kab. Labuhan Batu Utara



12 Kab. Labuhan Batu Selatan



13 Kota Medan



14 Kota Binjai



15 Kota Tebing Tinggi



16 Kota Pematang Siantar



17 Kota Tanjung Balai
3
Univ. Bengkulu 1. Univ. Prof. Dr. Hazairin SH Bengkulu 1 Kab. Bengkulu Utara


2 Kab. Rejang Lebong


2. Univ. Muh. Bengkulu 3 Kab. Bengkulu Selatan


4 Kab. Muko-Muko




5 Kab. Kepahiang




6 Kab. Lebong




7 Kab. Kaur




8 Kab. Seluma




9 Kab. Bengkulu Tengah




10 Kota Bengkulu
4
Univ. Sriwijaya 1. Univ. PGRI Palembang 1 Kab. Musi Banyuasin


2 Kab. Ogan Komering Ilir
2. STKIP PGRI Lubuk Linggau 3 Kab. Ogang Komering Ulu
4 Kab. Muara Enim


5 Kab. Lahat


6 Kab. Musi Rawas


7 Kab. Banyuasin


8 Kab. Oku Timur


9 Kab. Oku Selatan


10 Kab. Ogan Ilir


11 Kab. Empat Lawang


12 Kota Palembang


13 Kota Prabumulih


14 Kota Lubuk Linggau


15 Kota Pagar Alam


16 Kab. Bangka


17 Kab. Belitung


18 Kab. Bangka Barat


19 Kab. Bangka Tengah


20 Kab. Bangka Selatan


21 Kab. Belitung Timur


22 Kota Pangkal Pinang
5
Univ. Riau
—- 1 Kab. Bengkalis




2 Kab. Inragiri Hilir




3 Kab. Indragiri Hulu




4 Kab. Kampar




5 Kab. Kepulauan Meranti




6 Kab. Kuantan Singingi




7 Kab. Pelalawan




8 Kab. Rokan Hilir




9 Kab. Rokan Hulu




10 Kab. Siak




11 Kota Dumai




12 Kota Pekanbaru




13 Kab. Kepulauan Riau




14 Kab. Karimun




15 Kab. Natuna




16 Kab. Lingga




17 Kab. Kepulauan Anambas




18 Kota Batam




19 Kota Tanjung Pinang
6
Univ. Negeri Padang 1. Univ. Bung Hatta 1 Kab. Agam
2. STKIP PGRI Sumatera Barat 2 Kab. Pasaman

3 Kab. Lima Puluh Kota

4 Kab. Solok

5 Kab. Padang Pariaman

6 Kab. Pesisir Selatan

7 Kab. Tanah Datar


8 Kab. Sawah Lunto Sijunjung


9 Kab. Kepulauan Mentawai


10 Kab. Solok Selatan


11 Kab. Dharmasraya


12 Kab. Pasaman Barat


13 Kota Bukittinggi


14 Kota Padang


15 Kota Padang Panjang


16 Kota Sawahlunto


17 Kota Solok


18 Kota Payakumbuh


19 Kota Pariaman
7
Univ. Lampung 1. STKIP PGRI Bandar Lampung 1 Kab. Lampung Selatan



2 Kab. Lampung Tengah


2. Univ. Muh. Metro Lampung 3 Kab. Lampung Utara



4 Kab. Lampung Barat




5 Kab. Tulang Bawang




6 Kab. Tanggamus




7 Kab. Lampung Timur




8 Kab. Way Kanan




9 Kab. Pesawaran




10 Kab. Mesuji




11 Kab. Pringsewu




12 Kab. Tulang Bawang Barat




13 Kota Bandar Lampung




14 Kota Metro
8
Univ. Jambi
—- 1 Kab. Bungo




2 Kab. Merangin




3 Kab. Tanjung Jabung Barat




4 Kab. Kerinci




5 Kab. Muara Jambi




6 Kab. Tebo




7 Kab. Sarolangun




8 Kab. Tanjung Jabung Timur




9 Kab. Batanghari




10 Kota Jambi




11 Kota Sungai Penuh
9
Univ. Negeri Jakarta 1. Univ. Sultan Ageng Tirtayasa 1 Kab. Kepulauan Seribu

2 Kota Jakarta Utara
2. Univ. Katolik Indonesia Atmajaya 3 Kota Jakarta Barat

4 Kab. Pandeglang


5 Kab. Lebak


6 Kab. Tangerang


7 Kab. Serang


8 Kab. Bekasi


9 Kota Bekasi


10 Kota Depok


11 Kota Cilegon


12 Kota Serang


13 Kota Tangerang


14 Kota Tangerang Selatan


15 SILN
10
Univ. Pendidikan Indonesia 1. Univ. Swadaya Gunung Djati 1 Kab. Bandung

2 Kab. Sumedang
2. STKIP Siliwangi 3 Kab. Majalengka
3. Univ. Langlang Buana 4 Kab. Cirebon

Bandung 5 Kab. Indramayu

6 Kota Bandung

7 Kota Cirebon
11
Univ. Negeri Yogyakarta 1. Univ. Ahmad Dahlan 1 Kab. Bantul
2. Univ. PGRI Yogyakarta 2 Kab. Sleman


3 Kab. Gunung Kidul


4 Kab. Kulonprogo


5 Kota Yogyakarta
12
Univ. Negeri Semarang 1 Univ. Kristen Satya Wacana Salatiga 1 Kab. Brebes



2 Kab. Tegal


2 Univ. Pancasakti Tegal 3 Kota Tegal



4 Kab. Pemalang



5 Kab. Pekalongan




6 Kota Pekalongan




7 Kab. Batang




8 Kab. Kendal




9 Kab. Semarang




10 Kota Semarang




11 Kota Salatiga
13
Univ. Sebelas Maret 1. Univ. Slamet Riyadi 1 Kab. Purbalingga
2 Kab. Banjarnegara
2. Univ. Widya Dharma Klaten 3 Kab. Wonosobo

4 Kab. Temanggung


5 Kab. Boyolali


6 Kab. Sragen


7 Kab. Grobogan


8 Kab. Blora


9 Kota Surakarta
14
Univ. Negeri Surabaya 1. Univ. Dr. Soetomo 1 Kota Surabaya
2. Univ. Muh. Surabaya 2 Kab. Gresik
3. Univ. Muh. Gresik 3 Kab. Sidoarjo
4. Univ. PGRI Ronggolawe Tuban 4 Kota Mojokerto

5 Kab. Mojokerto
5. STKIP PGRI Jombang 6 Kab. Jombang


7 Kab. Bojonegoro

8 Kab. Tuban
15
Univ. Negeri Malang 1. IKIP PGRI Madiun 1 Kab. Ngawi

2. STKIP PGRI Pasuruan 2 Kab. Magetan

3. Univ. Muh. Ponorogo 3 Kab. Madiun


4 Kota Madiun


5 Kab. Ponorogo



6 Kab. Pacitan



7 Kab. Trenggalek



8 Kota Pasuruan



9 Kab. Pasuruan



10 Kota Batu



11 Kota Malang
16
Univ. Jember 1. IKIP PGRI Jember 1 Kab. Jember


2. Univ. PGRI Banyuwangi 2 Kab. Lumajang



3 Kota Probolinggo




4 Kab. Probolinggo




5 Kab. Bondowoso




6 Kab. Situbondo




7 Kab. Banyuwangi
17
Univ. Lambung Mangkurat Univ. Islam Kalimantan Muh. Arsyad Al Banjary 1 Kab. Banjar


2 Kab. Tanah laut



3 Kab. Barito Kuala



4 Kab. Tapin



5 Kab. Hulu Sungai Selatan



6 Kab. Hulu Sungai Tengah



7 Kab. Hulu Sungai Utara



8 Kab. Tabalong



9 Kab. Kotabaru



10 Kab. Tanah Bumbu



11 Kab. Balangan



12 Kota Banjarmasin



13 Kota Banjarbaru
18
Univ. Palangka Raya STKIP Muh. Sampit 1 Kota Palangkaraya
2 Kab. Kapuas
3 Kab. Barito Selatan
4 Kab. Barito Utara
5 Kab. Kota Waringin Timur
6 Kab. Kota Waringin Barat
7 Kab. Pulang Pisau
8 Kab. Gunung Mas
9 Kab. Barito Timur
10 Kab. Sukamara
11 Kab. Katingan
12 Kab. Lamandau
13 Kab. Seruyan
14 Kab. Murung Raya
19
Univ. Mulawarman IKIP PGRI Kalimantan Timur 1 Kab. Pasir
2 Kab. Kutai Kartanegara
3 Kab. Kutai Barat
4 Kab. Kutai Timur
5 Kab. Penajam Paser Utara
6 Kab. Tana Tidung
7 Kota Samarinda
8 Kota Balikpapan
9 Kota Bontang
20
Univ. Tanjungpura —- 1 Kab. Sambas



2 Kab. Pontianak



3 Kab. Sanggau



4 Kab. Sintang



5 Kab. Kapuas Hulu



6 Kab. Ketapang



7 Kab. Bengkayang



8 Kab. Landak



9 Kab. Melawi



10 Kab. Sekadau



11 Kab. Kayong Utara



12 Kab. Kubu Raya



13 Kota Pontianak



14 Kota Singkawang
21
Univ. Pendidikan Ganesha Univ. Dwijendra 1 Kab. Buleleng



2 Kab. Jembrana



3 Kab. Tabanan



4 Kab. Badung



5 Kab. Gianyar



6 Kab. Klungkung



7 Kab. Bangli



8 Kab. Karang Asem



9 Kota Denpasar
22
Univ. Mataram 1. STKIP Bima 1 Kab. Lombok Barat
2. Univ. Muh. Mataram 2 Kab. Lombok Tengah
3. STKIP Hamzanwadi Selong 3 Kab. Lombok Timur

4 Kab. Sumbawa

5 Kab. Dompu


6 Kab. Bima


7 Kab. Sumbawa Barat

8 Kab. Lombok Utara

9 Kota Mataram

10 Kota Bima
23
Univ. Nusa Cendana 1. Univ. Flores 1 Kab. Kupang


2. STKIP Santo Paulus Ruteng 2 Kab. Timor Tengah Selatan


3 Kab. Timor Tengah Utara



4 Kab. Belu




5 Kab. Alor




6 Kab. Flores Timur




7 Kab. Sikka




8 Kab. Ende




9 Kab. Ngada




10 Kab. Manggarai




11 Kab. Sumba Timur




12 Kab. Sumba Barat




13 Kab. Lembata




14 Kab. Rote Ndao




15 Kab. Manggarai Barat




16 Kab. Nagekeo




17 Kab. Sumba Tengah




18 Kab. Sumba Barat Daya




19 Kab. Manggarai Timur




20 Kab. Sabu Raijua




21 Kota Kupang
24
Univ. Negeri Makassar Univ. Muh. Pare-Pare 1 Kab. Maros



2 Kab. Pangkajene Kepulauan



3 Kab. Gowa



4 Kab. Takalar



5 Kab. Jeneponto



6 Kab. Barru



7 Kab. Bone



8 Kab. Wajo



9 Kab. Soppeng



10 Kab. Bantaeng



11 Kab. Bulukumba



12 Kab. Sinjai



13 Kab. Selayar



14 Kab. Sidenreng Rappang



15 Kab. Mamuju



16 Kab. Mamuju Utara



17 Kab. Polewali



18 Kab. Mamasa



19 Kab. Majene



20 Kota Pare Pare



21 Kota Palopo



22 Kota Makassar
25
Univ. Tadulako Univ. Sintuwu Maroso Poso 1 Kab. Banggai Kepulauan


2 Kab. Donggala



3 Kab. Poso



4 Kab. Banggai



5 Kab. Buol



6 Kab. Toli Toli



7 Kab. Morowali



8 Kab. Parigi Muotong



9 Kab. Tojo Una-Una



10 Kab. Sigi



11 Kota Palu
26
Univ. Haluoleo Univ. Dhahayu Ikhsanuddin Bau-Bau 1 Kab. Konawe


2 Kab. Muna



3 Kab. Buton



4 Kab. Buton Utara



5 Kab. Kolaka



6 Kab. Konawe Selatan



7 Kab. Konawe Utara



8 Kab. Kolaka Utara



9 Kab. Wakatobi



10 Kab. Bombana



11 Kota Kendari



12 Kota Bau-Bau
27
Univ. Negeri Manado Univ. Klabat Manado 1 Kab. Bolaang Mengondow
2 Kab. Minahasa
3 Kab. Kepulauan Sangihe
4 Kab. Kepulauan Talaud
5 Kab. Minahasa Selatan
6 Kab. Minahasa Utara
7 Kab. Mitra
8 Kab. Minahasa Tenggara
9 Kab. Bolaang Mongondow Timur
10 Kab. Bolaang Mongondow Selatan
11 Kab. Bolaang Mongondow Utara
12 Kab. Kepulauan Siau Tagolandang Biaro (Sitaro)
13 Kota Manado
14 Kota Bitung
15 Kota Tomohon
16 Kota Kotamobagu
28
Univ. Negeri Gorontalo
1 Kab. Boalemo
2 Kab. Gorontalo
3 Kab. Pouwato
4 Kab. Bonebolango
5 Kab. Gorontalo Utara
6 Kota Gorontalo
29
Univ. Pattimura Univ. Darussalam Ambon 1 Kab. Maluku Tengah
2 Kab. Maluku Tenggara
3 Kab. Maluku Barat Daya
4 Kab. Maluku Tenggara Barat
5 Kab. Buru
6 Kab. Buru Selatan
7 Kab. Seram Bagian Barat
8 Kab. Seram Bagian Timur
9 Kab. Kepulauan Aru
10 Kota Ambon
11 Kota Tual
30
Univ. Khairun Ternate —- 1 Kab. Halmahera Barat



2 Kab. Halmahera Tengah



3 Kab. Halmahera Utara



4 Kab. Halmahera Selatan



5 Kab. Kepulauan Sula



6 Kab. Morotai



7 Kab. Halmahera Timur



8 Kota Ternate



9 Kota Tidore Kepulauan
31
Univ. Cenderawasih —- 1 Kab. Jayapura



2 Kab. Biak Numfor



3 Kab. Yapen Waropen



4 Kab. Merauke



5 Kab. Jayawijaya



6 Kab. Nabire



7 Kab. Paniai



8 Kab. Puncak Jaya



9 Kab. Mimika



10 Kab. Boven Digul



11 Kab. Mappi



12 Kab. Asmat



13 Kab. Yahukimo



14 Kab. Pegunungan Bintang



15 Kab. Tolikara



16 Kab. Sarmi



17 Kab. Keerom



18 Kab. Waropen



19 Kab. Supiori



20 Kab. Memberano Raya



21 Kab. Memberano Tengah



22 Kab. Nduga Tengah



23 Kab. Yalimo



24 Kab. Puncak



25 Kab. Dogiyai



26 Kab. Lanny Jaya



27 Kab. Deiyai



28 Kab. Intan Jaya



29 Kota Jayapura



30 Kab. Fak-Fak



31 Kab. Sorong



32 Kab. Manokwari



33 Kab. Kaimana



34 Kab. Sorong Selatan



35 Kab. Raja Ampat



36 Kab. Teluk Bintuni



37 Kab. Teluk Wondama



38 Kab. Tambrauw



39 Kab. Maybrat



40 Kota Sorong
32
Univ. Muslim Nusantara Al- Wasliyah Univ. Muh. Sumatera Utara Medan 1 Kab. Karo

2 Kab. Dairi



3 Kab. Pakpak Bharat



4 Kab. Samosir



5 Kab. Humbang Hasundutan



6 Kab. Tapanuli Tengah



7 Kab. Tapanuli Utara



8 Kota Sibolga
33
Univ. HKBP Nommensen Univ. Simalungun Pematangsiantar 1 Kab. Mandailing Natal


2 Kab. Tapanuli Selatan



3 Kota Padang Sidempuan



4 Kab. Nias



5 Kab. Nias Selatan



6 Kab. Nias Barat



7 Kab. Nias Utara



8 Kota Gunung Sitoli
34
Univ. Pasundan Bandung 1. STKIP Pasundan Cimahi 1 Kota Cimahi

2 Kab. Cianjur
2. Univ. Surya Kancana Cianjur 3 Kab. Subang

4 Kab. Purwakarta


5 Kab. Karawang


6 Kab. Bandung Barat
35
Univ. Pakuan STKIP PGRI Sukabumi 1 Kota Bogor
2 Kab. Bogor
3 Kota Sukabumi
4 Kab. Sukabumi
36 Univ. Siliwangi Tasikmalaya 1. Univ. Galuh Ciamis 1 Kab. Tasikmalaya
2. Univ. Kuningan 2 Kab. Ciamis


3 Kota Tasikmalaya


4 Kota Banjar


5 Kab. Kuningan


6 Kab. Garut
37
Univ. Muh. Prof Dr. HAMKA Univ. Islam Syekh Yusuf Tangerang 1 Kota Jakarta Timur
2 Kota Jakarta Pusat
3 Kota Jakarta Selatan
38
Univ. Sanata Dharma Yogyakarta Univ. Sarjanawiyata Tamansiswa 1 Kab. Purworejo
2 Kab. Kebumen
3 Kab. Magelang
4 Kota Magelang
39
IKIP PGRI Semarang 1. Univ. Muria Kudus 1 Kab. Demak
2. IKIP Veteran Semarang 2 Kab. Kudus


3 Kab. Jepara


4 Kab. Pati


5 Kab. Rembang
40
Univ. Muh. Purwokerto
1 Kab. Banyumas
2 Kab. Cilacap
41
Univ. Muh. Surakarta Univ. Veteran Bangun Nusantara Sukohardjo 1 Kab. Wonogiri
2 Kab. Sukoharjo
3 Kab. Karanganyar
4 Kab. Klaten
42
Univ. PGRI Adi Buana Surabaya 1. STKIP PGRI Lamongan 1 Kab. Lamongan
2. STKIP PGRI Bangkalan 2 Kab. Bangkalan

3 Kab. Sampang


4 Kab. Pamekasan


5 Kab. Sumenep
43
Univ. Nusantara PGRI Kediri 1. STKIP PGRI Nganjuk 1 Kota Kediri
2. STKIP PGRI Tulung- 2 Kab. Kediri

Agung 3 Kab. Nganjuk


4 Kab. Tulungangung
44
Univ. Muh. Malang 1. STKIP PGRI Blitar 1 Kota Blitar
2. Univ. Islam Malang 2 Kab. Blitar
3. Univ. Wisnuwardhana 3 Kab. Malang




45
Univ. Borneo Tarakan
1 Kota Tarakan
2 Kab. Malinau
3 Kab. Nunukan
4 Kab. Berau
5 Kab. Bulongan
46
Univ. Muh. Makassar Univ. Cokroaminoto Palopo 1 Kab. Tana Toraja
2 Kab. Toraja Utara
3 Kab. Luwu
4 Kab. Luwu Utara
5 Kab. Luwu Timur
6 Kab. Enrekang
7 Kab. Pinrang

Pusat Informasi PLPG per Rayon Sertifikasi Guru
Sergu Depag | www.kemenag.go.id/
Informasi PLPG Rayon 1 Unsyiah | www.sertifikasiguru.unsyiah.ac.id
Informasi PLPG Rayon 5 Unri | www.rayon5.unri.ac.id
Informasi PLPG Rayon 6 UNP | www.sertifikasi-guru.unp.ac.id
Informasi PLPG Rayon 7 Unila | www.fkip.unila.ac.id/
Informasi PLPG Rayon 8 Unja | www.rayon8-unja.com/
Informasi PLPG Rayon 9 UNJ | www.asg.unj.ac.id/
Informasi PLPG Rayon 10 UPI |
Informasi PLPG Rayon 11 UNY | sertifikasiguru.uny.ac.id/
Informasi PLPG Rayon 12 Unnes | portofolioguru.unnes.ac.id/
Informasi PLPG Rayon 13 UNS | sertifikasi.fkip.uns.ac.id/
Informasi PLPG Rayon 14 Unesa |
Informasi PLPG Rayon 15 UM | psg15.um.ac.id/
Informasi PLPG Rayon 16 Unej | www.fkip.unej.ac.id/
Informasi PLPG Rayon 17 Unlam | sergur17.unlam.ac.id/
Informasi PLPG Rayon 20 Untan | sergurayon20.net
Informasi PLPG Rayon 24 UNM | sertifikasiguru.unm.ac.id/
Informasi PLPG Rayon 33 Univ HKBP |
Informasi PLPG Rayon 34 Unpas |  www.sergur34-unpas.org/
Informasi PLPG Rayon 35 Unpak |
Informasi PLPG Rayon 42 Unipa |  sergur.unipasby.ac.id/
Informasi PLPG Rayon 43 UNP | rayon43.unpkediri.ac.id/
Informasi PLPG Rayon 44 UMM | psg44.umm.ac.id/
Informasi PLPG Rayon 45 Univ Borneo | psg.borneo.ac.id/
Informasi PLPG Rayon 46 Unismuh Makassar | sertifikasiguru.unm.ac.id/
Masukkan Email Anda Untuk :

Sertifikasi Guru

Internasional

 
© Copyright Vionetpalu.com 2014 | My Blog Blog Pendidikan | Powered by Blogger.com.