News Update :

Pengertian Metode Bermain Peran di TK

Jumat, 21 September 2012

Menurut Depdikbud ( 1992 ) yang dikutip oleh salha umar ( 2007 ), bermain peran adalah memerankan tokoh-tokoh atau benda-benda disekitar anak dengan tujuan untuk mengembangkan daya khayal ( imajinasi ) dan penghayatan terhadap bahan pengembangan yang dilaksanakan.  Sedangkan menurut Anonim (2009), bermain peran bias diartikan sebagai cara seseorang berprilaku dalam posisi dan situasi tertentu yang dapat menciptakan suatu rasa kebersamaan dalam kelas dan membangun persahabatan yang tidak di temui dalam metode menolonh seperti dalam pelajaran. 
Bermain peran pada perinsipnya merupakan metode untuk menghadirkan peran-peran yang ada dalam dunia nyata kedalam suatu pertunjukan peran di dalam kelas yang kemudian dijadikan sebagai bahan refleksi agar peserta memberikan penilaian (e-Biananak (2009:398)).
Lanjut dikemukakan bahwa bermain peran sebagai suatu metode belajar mengajar merupakan tindakan yang dilakukan secara sadar dan diskusi tentang peran di dalam kelompok di kelas, yang suatu masalah diperagakan secara singkat sehingga murid-murid bias mengenali tokohnya. Sehingga kekurangan utama dari pembelajaran melalui permainan peran adalah ketidakamanan anggota kelas yang tidak mungkin memberikan reaksi negatif dalam berpartisipasi mengenai situasi yang akan di bahas dan mungkin dikritik oleh anggota lain di kelas itu. (Anonim, 2009).
Mmenurut Elyawati (2005) kegiatan bermain peran sengaja dilakukan oleh guru dalam rangka memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajara melakukan peran-peran tertentu sehingga anak akan terlatih untuk menghayati hal-hal yang disimulasikan jika kelak benar-benar terjadi dan menimpa anak tersebut. Lanjut dikemukakan oleh Moeslichatoe (2004), bahwa melalui kegiatan bermain peran anak dapat terlatih menggunakan kemampuan kognitifnya untuk memecahkan berbagai masalah, dapat mengembangkan kreatifitasnya atau ekspresi dari anak serta dapat melatih kemampuan bahasanya dengan cara beraneka bunyi,mengugkapkan suku kata atau kata, memperluas kosakata dan berbicara sesuai tata bahasa Indonesia.
Berdasarkan  pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa bermain peran adalah sarana melatih keterampilan yang dibutuhkan anak untuk menjadi individual yang kompoten dan melalui bermain anak dapat bertanya, meneliti lingkungan, belajar mengambil keputusan, berlatih peran social, dan secara umum memperkuat seluruh aspek kehidupan anak yang membuatnya menyadari kemampuan dan kelebihannya.
Masukkan Email Anda Untuk :
Share this Article on :
 
© Copyright Vionetpalu.com 2014 | My Blog Blog Pendidikan | Powered by Blogger.com.